Berkenalan Dengan Django Web Framework

Berbicara mengenai Web Framework, sudah pasti lebih sering terlintas adalah Codeigniter, Laravel, Symfony, Zend, Yii, CakePHP, dan lainnya. Ternyata Web Framework itu bukan harus dari bahasa pemrograman PHP saja. Django Web Framework dibangun dari bahasa pemrograman Python. Selama ini saya beranggapan bahwa membuat website itu tidak lepas dari PHP, HTML, CSS, dan JavaScript.

Django web framework ini sebuah kerangka kerja full-stack untuk membuat website menggunakan bahasa pemrograman python, berpola MTV (Model Template View) dan Open Source berlisensi BSD. Full stack pengertiannya mencakup front end atau bagian dari aplikasi website yang berhubungan langsung dengan pengguna, juga back end yang maksudnya adalah bagian yang berhubungan dengan database dan logika.

Menggunakan Django web framework, programer tidak perlu lagi menulis kode dari nol untuk membangun sebuah website. Mempercepat pengembangan website, mengurangi penulisan kode berulang, keamanan, sudah built in antarmuka Admin yang bisa digunakan untuk baca, tulis, edit, dan hapus data. Dengan konfigurasi model admin.

Beberapa website yang disebut-sebut menggunakan python Django adalah Instagram, Mozilla, Disqus, The Washington Times, BitBucket

Sekilas Sejarahnya

Pengerjaan Django web framework dimulai dari tahun 2003 pada musim gugur oleh pengembang web disurat Kabar lawrance Journal Word. Adalah Adrian Holovaty dan Simon Willison, mereka berdua mulai menggunakan python untuk mengembangkan aplikasi web. Kemudian mereka merilis kepublik pada bulan Juli tahun 2005 dengan lisensi BSD yang dinamai Django. Django adalah nama seorang gitaris yaitu Django Reinhardt.

Kemudian pada Juni 2008 berdiri organisasi yang bertanggung jawab atas kelangsungan pengemembangan Django yaitu Django Software Foundation. Dari Wikipedia

Memulai Django Web Framework

Berikut adalah hal yang dipersiapkan untuk memulai menggunakan Django,

  1. Python, siapkan python versi stabil terbaru sebelum menginstall dan menggunakan Django web framework. Juga Anda harus menguasai pemrograman python itu sendiri, dari yang dasar dan OOP.
  2. Virtualenv, kita akan membuat project pada lingkungan environment virtual, supaya tidak ada istilah “saling ganggu” antar projek.
  3. pip, tool di python yang digunakan untuk manajemen paket dan menginstall Django web framework

Install Django

Pada saat praktik ini saya menggunakan OS Linux Devuan. Untuk menginstall Django pastikan dua kebuthan dasar sudah berjalan dengan baik, yaitu python dan pip.

Saya anggap Anda sudah menginstall python dan pip. Dan untuk pengguna Linux secara default sudah terinstall python. Tapi bisa saja install python versi lain yang lebih baru, jadi ada dua python dalam satu mesin. dan untuk perintahnya nanti menggunakan python dan atau python3 seperti gambar di bawah ini.

Saya memulai install Django web framework didalam virtualenv, maka buat dulu virtualenv dengan cara buat folder baru misalkan pro, lalu masuk dalam folder pro dan ketik.

python3 -m venv env

Perintah itu akan membuat virtualenv didalam folder env dengan python versi 3, env adalah nama forlder yang bisa diberikan sesuai keinginan. Kalau dalam satu komputer hanya ada satu versi python cukup dengan python -m venv env, Anda juga bisa membuat virtualenv menggunakan python versi lainnya (jika ada lebih dari satu versi di OS Anda)

source env/bin/activate

django virtualenv

Sekarang kita akan menginstall Django versi 2.2, dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pastikan untuk memiliki sambungan internet pada saat proses ini.

Upgrade PIP perintahnya pip install --upgrade pip
django install pip
Install Django peritnahnya pip install Django==2.2.*
ini maksudnya kita akan menginstall Django versi 2.2, karena versi 2.2 adalah versi yang LTS. Atau Anda juga bisa mengeinstall versi terbaru hanya dengan perintah pip install Django tanpa ada pilihan versinya. atau versi lainnya dari Django.
install django
Ssetelah kita berhasil menginstall Django, sekarang kita akan memulai menggunakannya.

Membuat Project Pertama

Pertama membuat project di Django dengan perintah django-admin startproject

django-admin startproject coba

masuk ke folder coba
django runserver
Kemudian cek apakah kita berhasil atau tidak, kita bisa menjalankan server Django lalu buka browser Anda.

python manage.py runserver
django runserver
Di browser ketik alamat 127.0.0.1:8000 sesuai dengan petunjuk, dan untuk menghentikan server tinggal pencet tompol CTRL + C di keyboard.

Jika tampilan seperti itu berarti kita sudah sukses menginstall Django web framework,
django web framework

Kenali juga struktur diretory pada Django
coba/
├── manage.py
└── coba
    ├── __init__.py
    ├── settings.py
    ├── urls.py
    └── wsgi.py

  1. Direkctory coba, root directory yang berisi semua file project aplikasi web kita. Folder ini aman untuk direname. Dan tidak menyebabkan masalah
  2. File manage.py ini file yang akan sering kita eksekusi di CLI selama proses pengembangan. Seperti yang sudah dilakukan tadi untuk menjalankan server.
  3. File coba/__init__.py file kosong yang menyatakan ini adalah paket python
  4. File coba/settings.py tempat untuk mengkonfigurasi pekerjaan kita
  5. File coba/urls.py file yang mendeklarasikan URL
  6. File coba/wsgi.py file yang dibutuhkan saat mengonlinekan aplikasi kita nanti.

Berikutnya

Setelah semua selesai dan berhasil menjalankan project pertama tanpa kendala, berikutnya kita akan mulai melakukan coding di aplikasi ini nanti dengan Django web framework. Berikutnya >> Membuat Website Dengan Django

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Django_(web_framework)
https://www.djangoproject.com/